<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>TuLuNg AguNG-citY</title>
		<link>http://tulungagung.ucoz.ae/</link>
		<description>Blog</description>
		<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 02:42:53 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://tulungagung.ucoz.ae/blog/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>VIDIO PAYUDARA HWAYOUNG T-ara ngintip di inkigayo</title>
			<description>&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;Malangnya Hwayoung saat menari bersama T-ara dalam mempromosikan Lovey Dovey di Inkigayo 29 Januari lalu, &lt;br&gt;secara tak sengaja akibat kecerobohannya sendiri yang tak menyadari kostum yang terlalu longgar,&lt;br&gt; tiba-tiba payudaranya terekspos dan tersorot kamera.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/tulungagung/hwayoung.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;object height=&quot;345&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;param value=&quot;http://www.youtube.com/v/d7XzUF9WJFs&amp;amp;autoplay=0&quot; name=&quot;movie&quot;/&gt;&lt;embed height=&quot;345&quot; width=&quot;560&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/v/d7XzUF9WJFs&amp;amp;autoplay=0&quot;/&gt;&lt;/object&gt;</description>
			<content:encoded>&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;Malangnya Hwayoung saat menari bersama T-ara dalam mempromosikan Lovey Dovey di Inkigayo 29 Januari lalu, &lt;br&gt;secara tak sengaja akibat kecerobohannya sendiri yang tak menyadari kostum yang terlalu longgar,&lt;br&gt; tiba-tiba payudaranya terekspos dan tersorot kamera.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/tulungagung/hwayoung.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;object height=&quot;345&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;param value=&quot;http://www.youtube.com/v/d7XzUF9WJFs&amp;amp;autoplay=0&quot; name=&quot;movie&quot;/&gt;&lt;embed height=&quot;345&quot; width=&quot;560&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/v/d7XzUF9WJFs&amp;amp;autoplay=0&quot;/&gt;&lt;/object&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/vidio_payudara_hwayoung_t_ara_ngintip_di_inkigayo/2012-02-02-41</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/vidio_payudara_hwayoung_t_ara_ngintip_di_inkigayo/2012-02-02-41</guid>
			<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 02:42:53 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Lima Gua Purba Tulungagung Dieksplorasi</title>
			<description>&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/tulungagung/Lima_Gua_Purba_Tulungagung_Dieksplorasi.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;TULUNGAGUNG&amp;gt;&amp;gt;Tim Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (KS2B) Tulungagung terus mendalami 
penemuan ratusan fosil sampah purba (Kjokken Maddinger) di Dusun Bolu, 
Desa Ngepo, Kecamatan Tanggunggunung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari kajian bersama dengan 
tim Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, 
Mojokerto, ahli sejarah dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dan 
Universitas Airlangga Surabaya, KS2B mengarahkan bidikan pada lima 
lorong yang berada di antara perbukitan kapur cadas Dusun Cerme, 
Desa/Kecamatan, Campur Darat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lima lorong yang berjarak sekitar 
10 kilometer dari Dusun Bolu, tempat fosil Kjokken Maddinger ditemukan 
itu, lebih menyerupai daripada sekedar lobang disela-sela tonjolan batu 
perbukitan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Lorong ini sendiri berada di lokasi penemuan manusia purba &lt;em&gt;homo sapiens&lt;/em&gt; atau manusia purba wajakensis yang ditemukan lebih dulu,” ujar Ketua KS2B Triono, Minggu (11/4/201...</description>
			<content:encoded>&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/tulungagung/Lima_Gua_Purba_Tulungagung_Dieksplorasi.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;TULUNGAGUNG&amp;gt;&amp;gt;Tim Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (KS2B) Tulungagung terus mendalami 
penemuan ratusan fosil sampah purba (Kjokken Maddinger) di Dusun Bolu, 
Desa Ngepo, Kecamatan Tanggunggunung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari kajian bersama dengan 
tim Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, 
Mojokerto, ahli sejarah dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dan 
Universitas Airlangga Surabaya, KS2B mengarahkan bidikan pada lima 
lorong yang berada di antara perbukitan kapur cadas Dusun Cerme, 
Desa/Kecamatan, Campur Darat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lima lorong yang berjarak sekitar 
10 kilometer dari Dusun Bolu, tempat fosil Kjokken Maddinger ditemukan 
itu, lebih menyerupai daripada sekedar lobang disela-sela tonjolan batu 
perbukitan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Lorong ini sendiri berada di lokasi penemuan manusia purba &lt;em&gt;homo sapiens&lt;/em&gt; atau manusia purba wajakensis yang ditemukan lebih dulu,” ujar Ketua KS2B Triono, Minggu (11/4/2010).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apakah
 artinya fosil yang ditemukan di Dusun Bolu tersebut merupakan sisa 
makanan manusia purba Wajakensis?. Triono mengakui kemungkinan itu bisa 
terjadi. Namun mengingat umur fosil lebih tua dari homo Wajakensis, 
hampir bisa dipastikan manusia purba yang pernah singgah di perbukitan 
kapur yang berjarak puluhan kilometer dari laut selatan itu berumur 
lebih purba.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Karenanya yang kita buru saat ini adalah apakah ada
 peralatan selama manusia purba singgah di sana. Sebab berdasarkan 
teorinya, mereka hidup berkelompok dan berpindah-pindah,” paparnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salah
 satu dari lima gua di Dusun Cerme itu sendiri, menurut Triono pernah 
diteliti ahli sejarah dalam proses penemuan fosil manusia purba 
Wajakensis. Namun eksplorasi yang dilakukan kala itu tidak menyentuh 
seluruh gua. Triono meyakini ada bagian penting yang belum terungkap.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karenanya
 kita berencana akan melakukan eksplorasi lanjutan dengan tim arkeologi 
dan antropologi dari UGM dan Unair, katanya. Mengenai ratusan fosil 
Kjokken Maddinger yang masih disimpannya, rencananya akan diserahkan ke 
museum purbakala Tulungagung. Tim BP3 Trowulan sendiri juga sudah 
melakukan peninjauan ke lokasi. Dimungkinkan ada rencana untuk 
melokalisasi area temuan,&quot; pungkasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Juru bicara Pemkab 
Tulungagung Ahmad Pitoyo mengatakan, dalam hal ini pihaknya siap 
membantu semua yang dibutuhkan. Dalam hal ini pemkab telah menyerahkan 
sepenuhnya persoalan kepada Tim BP3 Trowulan Mojokerto. &quot;Kita hanya 
bersifat membantu semua hal yang diperlukan,” ujarnya.&lt;br&gt;sumber:okezone&lt;br&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/lima_gua_purba_tulungagung_dieksplorasi/2011-03-28-40</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/lima_gua_purba_tulungagung_dieksplorasi/2011-03-28-40</guid>
			<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 13:10:45 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>film panas jennefer kurniawan</title>
			<description>Seiring dengan menanjaknya popularitas Irfan Bachdim, nama Jennifer 
Kurniawan, kekasihnya ikut terangkat. Kini, Jennifer mulai berkarir di 
tanah air.
Ia akan segera membintangi sebuah film. Namun, Jennifer mengaku ia 
sangat pilih-pilih untuk jenis film yang akan dibintanginya. Ia tak mau 
main film yang hanya menonjolkan keindahan tubuhnya.&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/foto_toples/Jennifer-kurniawan_bachdim_foto_sexy10.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Memperlihatkan
 tubuh saya? Saya rasa nggak. Saya nggak mau bermain film berbau seks 
atau semacamnya,&quot; kata Jennifer saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, 
Jakarta Pusat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wanita berambut panjang ini menambahkan, jika film
 yang akan dibintanginya bukanlah film horor. Sayangnya, ia belum mau 
membeberkan secara detail film yang akan dibintanginya tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Saya belum bisa cerita. Cuma saya pastikan bukan film horor,&quot; ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kabarnya, untuk membintangi film yang masih dirahasiakan judulnya itu, Jennifer dibayar sebesar Rp1 miliar. Benarkah?&lt;br&gt;...</description>
			<content:encoded>Seiring dengan menanjaknya popularitas Irfan Bachdim, nama Jennifer 
Kurniawan, kekasihnya ikut terangkat. Kini, Jennifer mulai berkarir di 
tanah air.
Ia akan segera membintangi sebuah film. Namun, Jennifer mengaku ia 
sangat pilih-pilih untuk jenis film yang akan dibintanginya. Ia tak mau 
main film yang hanya menonjolkan keindahan tubuhnya.&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/foto_toples/Jennifer-kurniawan_bachdim_foto_sexy10.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Memperlihatkan
 tubuh saya? Saya rasa nggak. Saya nggak mau bermain film berbau seks 
atau semacamnya,&quot; kata Jennifer saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, 
Jakarta Pusat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wanita berambut panjang ini menambahkan, jika film
 yang akan dibintanginya bukanlah film horor. Sayangnya, ia belum mau 
membeberkan secara detail film yang akan dibintanginya tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Saya belum bisa cerita. Cuma saya pastikan bukan film horor,&quot; ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kabarnya, untuk membintangi film yang masih dirahasiakan judulnya itu, Jennifer dibayar sebesar Rp1 miliar. Benarkah?&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kalau itu saya kurang tahu. Karena masalah itu yang mengurus adalah manajemen saya,&quot; ujarnya sambil tertawa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;sumber:&lt;br&gt;&lt;u&gt;viva news&lt;/u&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/film_panas_jennefer_kurniawan/2011-03-13-39</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/film_panas_jennefer_kurniawan/2011-03-13-39</guid>
			<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 03:06:10 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Candi Dadi</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Cambria, &apos;Times New Roman&apos;, Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 20px; &quot;&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Candi_Dadi.jpg&quot; alt=&quot;candi dadi&quot; &amp;gt;=&quot;&quot; width=&quot;500&quot; height=&quot;331&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Cambria, &apos;Times New Roman&apos;, Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 20px; &quot;&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Candi_Dadi.jpg&quot; alt=&quot;candi dadi&quot; &amp;gt;=&quot;&quot; width=&quot;500&quot; height=&quot;331&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;Komplek Candi Dadi berada pada ketinggian 360 m dari permukaan laut, berada di areal kehutanan di lingkungan RPH Kalidawir. Candi ini memiliki candi tunggal yang tidak memiliki tangga masuk, hiasan, maupun arca. Candi tersebut berdiri tegak pada puncak sebuah bukit di lingkungan pegunungan Walikukun. Denah candi berbentuk bujursangkar dengan ukuran panjang 14 m, lebar 14 m, dan tingi 6,50 m.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;Bangunan berbahan batuan andesit itu terdiri atas batur dan kaki candi. Berbatur tinggi dan berpenampil pada setipa sisinya. Bagian atas batur merupakan kaki candi yang berdenah segi delapan, pada permukaan tampak bekas tembok berpenampang bulat yang kemungkinan berfungfi sebagai sumuran. Diameter sumuran adalah 3,35 dengan kedalaman 3 m.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;Dalam perjalanan ke lokasi ini dapat dilihat sisa bangunan kuna yang masing-masing disebut Candi Urung, Candi Buto dan candi Gemali. Candi-candi yang disebut belakangan dapat dikatakan tidak terlihat lagi bentuknya, kecuali gundukan batuan andesit, itupun sudah dalam jumlah yang sangat kecil yang menandai keberadaannya dahulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;&lt;strong style=&quot;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;Latar Belakang Sejarah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;Berakhirnya kekuasaan Hayam wuruk juga merupakan masa suram bagi kehidupan agama Hindu-Budha. Pertikaian politik yang terjadi di lingkungan kraton memunculkan kekacauan, seiring dengan munculnya agama Islam. Dalam kondisi yang demikian, penganut Hindu-Budha yang berupaya menjauhkan diri dari pertikaian yang ada melakukan pengasingan agar tetap dapat menjalankan kepercayaan/tradisi yang dimilikinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 14px; border-style: initial; border-color: initial; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; &quot;&gt;Sebagian besar memilih bukit-bukit atau setidaknya kawasan yang tinggi dan sulit dijangkau. Biasanya tempat baru yang mereka pilih merupakan tempat yang jauh dari pusat keramaian maupun pusat pemerintahan. Candi Dadi adalah salah satu dari karya arsitektural masa itu, sekitar akhir abat XIV hingga akhir abat XV.&lt;/p&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;color:red&quot;&gt;BERITA LAINYA&lt;/span&gt;:&lt;br&gt;&lt;LI&gt;&lt;a href=&quot;http://tulungagung.ucoz.ae/news/goa_manusia_purba_di_temukan_di_tulungagung/2011-02-02-24&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;Goa Manusia Purba Di temukan di Tulungagung&lt;/a&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/candi_dadi/2011-02-02-38</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/candi_dadi/2011-02-02-38</guid>
			<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 01:09:48 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>nilai kurs dolar nilai tukar rupiah hari ini</title>
			<description>imformasi nilai tukar dollar amirika(usd) nilai tukar rupiah(idr)&lt;br&gt;untuk hari ini..data nilai tukar dollar dari beberapa bank:&lt;br&gt;&lt;br&gt;

&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/GRAPIK_TUKAR_RUPIAH.jpg&quot; width=&quot;440&quot; height=&quot;375&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;a href=&quot;http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kurs+Bank+Indonesia/Kurs+Transaksi/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;1.BI&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bni.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;2 BANK BNI&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bankmandiri.co.id/resource/kurs.asp&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;3.BANK MANDIRI&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://www.klikbca.com/individual/silver/Ind/rates.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;4.BCA&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bii.co.id/index.asp?fl3nc=1&amp;amp;param=c3Nob3c9dG9vbGJveCZzZnVpZD0wMDA1MDAwMDA0YmI%3d&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;5.BII (BANK INTERNASIONAL INDONESIA)&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;

&lt;span style=&quot;font-family:&apos;Times&apos;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:red&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:13pt&quot;&gt;semoga bisa bermamfaat..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description>
			<content:encoded>imformasi nilai tukar dollar amirika(usd) nilai tukar rupiah(idr)&lt;br&gt;untuk hari ini..data nilai tukar dollar dari beberapa bank:&lt;br&gt;&lt;br&gt;

&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/GRAPIK_TUKAR_RUPIAH.jpg&quot; width=&quot;440&quot; height=&quot;375&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;a href=&quot;http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kurs+Bank+Indonesia/Kurs+Transaksi/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;1.BI&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bni.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;2 BANK BNI&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bankmandiri.co.id/resource/kurs.asp&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;3.BANK MANDIRI&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://www.klikbca.com/individual/silver/Ind/rates.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;4.BCA&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bii.co.id/index.asp?fl3nc=1&amp;amp;param=c3Nob3c9dG9vbGJveCZzZnVpZD0wMDA1MDAwMDA0YmI%3d&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;5.BII (BANK INTERNASIONAL INDONESIA)&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;

&lt;span style=&quot;font-family:&apos;Times&apos;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:red&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:13pt&quot;&gt;semoga bisa bermamfaat..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/nilai_kurs_dolar_nilai_tukar_rupiah_hari_ini/2010-11-06-37</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/nilai_kurs_dolar_nilai_tukar_rupiah_hari_ini/2010-11-06-37</guid>
			<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:31:56 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>piala wahan tata nugraha 2009</title>
			<description>&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Tulungagung-Raih-Penghargaan-WTN-2009.jpg&quot; width=&quot;420&quot; height=&quot;250&quot;&gt;&lt;br&gt;Penyerahan Piala WTN 2009 oleh Menhub Freddy Numberi

&lt;p&gt;Tidak terlalu berlebihan jika Kabupaten Tulungagung dapat kembali memboyong penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha. Hal tersebut tidak terlepas dari kesiapan yang matang dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mengikuti Lomba Lalu Lintas dan Angkutan Kota (LLAK) sehingga dapat terwujud kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.&lt;/p&gt;



&lt;p&gt;Adapun aspek-aspek yang menjadi sasaran penilaian di lapangan adalah persediaan prasarana jalan, persediaan perlengkapan jalan, penyelenggaraan sarana angkutan, persediaan prasarana angkutan dan kinerja jalan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berdasarkan hasil survei lapangan didapatkan bahwa nilai yang diperoleh dari penilaian aspek-aspek sasaran, Kabupaten Tulungagung mendapatkan nilai yang cukup untuk memperoleh penghargaan lomba dimaksud.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam lomba LLAK bukan sekedar untuk...</description>
			<content:encoded>&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Tulungagung-Raih-Penghargaan-WTN-2009.jpg&quot; width=&quot;420&quot; height=&quot;250&quot;&gt;&lt;br&gt;Penyerahan Piala WTN 2009 oleh Menhub Freddy Numberi

&lt;p&gt;Tidak terlalu berlebihan jika Kabupaten Tulungagung dapat kembali memboyong penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha. Hal tersebut tidak terlepas dari kesiapan yang matang dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mengikuti Lomba Lalu Lintas dan Angkutan Kota (LLAK) sehingga dapat terwujud kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.&lt;/p&gt;



&lt;p&gt;Adapun aspek-aspek yang menjadi sasaran penilaian di lapangan adalah persediaan prasarana jalan, persediaan perlengkapan jalan, penyelenggaraan sarana angkutan, persediaan prasarana angkutan dan kinerja jalan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berdasarkan hasil survei lapangan didapatkan bahwa nilai yang diperoleh dari penilaian aspek-aspek sasaran, Kabupaten Tulungagung mendapatkan nilai yang cukup untuk memperoleh penghargaan lomba dimaksud.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam lomba LLAK bukan sekedar untuk memperoleh penghargaan Piala WTN, namun untuk mencapai kinerja transportasi perkotaan yang tertib, aman, nyaman dan berkelanjutan. Di samping itu juga diharapkan dengan ikut serta dalam lomba ini akan mendorong peran serta masyarakat dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas di jalan sehingga dapat menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Piala WTN adalah penghargaan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada kabupaten/kota peserta yang mempunyai kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan indikator paling baik. Adapun jenis penghargaan Wahana Tata Nugraha yaitu Piala WTN, Piala WTN Kencana, Piala WTN Wira Karya, Piala WTN Wiratama, Piala WTN Kategori Lalu Lintas dan Kategori Angkutan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lomba dimulai sejak tahun 1992 sampai sekarang, tetapi pada tahun 1998 dan 1999 sempat terhenti, dikarenakan adanya krisis moneter. Kabupaten Tulungagung aktif mengikuti lomba sejak tahun 2000 sampai sekarang dan berkat partisipasi dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, Kabupaten Tulungagung selalu mendapatkan Penghargaan Piala WTN.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada tahun 2009, Kabupaten Tulungagung mengikuti lomba LLAK yang ke sembilan kalinya, dan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP. 266 Tahun 2010 tentang Pemberian Penghargaan Penyerahan Piala Wahana Tata Nugraha Tahun 2009, Kabupaten Tulungagung kembali mendapatkan piala WTN untuk kategori kota kecil.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hari ini, Selasa 28 September 2010, bertempat di Gedung Mataram Kementerian Perhubungan, Jl. Merdeka Barat No. 8 Jakarta Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Tulungagung, Drs. Eko Asistono, M.Si, sedang menghadiri acara Penyerahan Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2009 yang disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Freddy Numbery.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada tahun 2010 ini Kabupaten Tulungagung kembali mengikuti lomba LLAK untuk kategori kota sedang dan sampai saat ini masih dalam proses penilaian dari Tim Provinsi. Untuk itu diharapkan peran serta dan segenap do’a dari masyarakat Kabupaten Tulungagung agar pada tahun 2010 ini dapat mewujudkan harapan untuk memperoleh penghargaan Wahana Tata Nugraha Kencana.&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/piala_wahan_tata_nugraha_2009/2010-11-06-36</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/piala_wahan_tata_nugraha_2009/2010-11-06-36</guid>
			<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:29:35 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>lomba wtn masuki tahap iii</title>
			<description>&lt;img alt=&quot;tampa helm&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Lomba-WTN-Masuki-Tahap-III-1.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;mangkal di trotoar&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Lomba-WTN-Masuki-Tahap-III-2.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Lomba Wahana Tata Nugraha memasuki tahap yang ketiga, di mana pada tahap ini tim dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang diketuai oleh Ir. Djamal Subastian, M.Sc, menyampaikan hasil penilaian kondisi lalu lintas dan angkutan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Pemaparan yang dilakukan hari ini, Kamis 13 Januari 2011, disambut langsung oleh Bupati Ir. Heru Tjahjono, MM, dan dihadiri oleh jajaran Muspida dan instansi-instansi pemerintah Kabupaten Tulungagung.&lt;/p&gt;



&lt;p&gt;Ir. Djamal Subastian, M.Sc, dalam paparannya, menyampaikan bahwa kondisi sarana dan prasarana lalu lintas di Tulungagung pada umumnya sudah cukup baik jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Namun, masih ditemukan beberapa kekurangan di beberapa titik, antara lain:&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pembinaan terhadap angkutan tidak bermotor (becak) yang seharusnya dilengkapi deng...</description>
			<content:encoded>&lt;img alt=&quot;tampa helm&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Lomba-WTN-Masuki-Tahap-III-1.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;mangkal di trotoar&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Lomba-WTN-Masuki-Tahap-III-2.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Lomba Wahana Tata Nugraha memasuki tahap yang ketiga, di mana pada tahap ini tim dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang diketuai oleh Ir. Djamal Subastian, M.Sc, menyampaikan hasil penilaian kondisi lalu lintas dan angkutan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Pemaparan yang dilakukan hari ini, Kamis 13 Januari 2011, disambut langsung oleh Bupati Ir. Heru Tjahjono, MM, dan dihadiri oleh jajaran Muspida dan instansi-instansi pemerintah Kabupaten Tulungagung.&lt;/p&gt;



&lt;p&gt;Ir. Djamal Subastian, M.Sc, dalam paparannya, menyampaikan bahwa kondisi sarana dan prasarana lalu lintas di Tulungagung pada umumnya sudah cukup baik jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Namun, masih ditemukan beberapa kekurangan di beberapa titik, antara lain:&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pembinaan terhadap angkutan tidak bermotor (becak) yang seharusnya dilengkapi dengan lampu atau reflektor cahaya dan tidak menggunakan trotoar sebagai pangkalan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelengkapan keterangan trayek yang melintas pada halte.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masih dijumpai pengemudi roda dua, terutama anak-anak, yang tidak mengenakan helm.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kondisi trotoar yang kurang memadai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perawatan rambu lalu lintas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;p&gt;&quot;Kondisi trotoar di Tulungagung kurang rata, banyak yang naik dan turun, sehingga membuat pejalan kaki lebih memilih berjalan di jalan raya daripada di trotoar,” ujar Ir. Djamal Subastian, M.Sc.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Bupati Ir. Heru Tjahjono, MM, berjanji akan melakukan tindak lanjut. &quot;Kami sudah mencoba mencari solusinya dengan membenahi trotoar di seputaran alun-alun Tulungagung,” ungkap beliau.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perlu diketahui, Piala WTN adalah Piala Presiden Republik Indonesia yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada daerah kabupaten/kota peserta yang dalam penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan indikator paling baik. Adapun jenis penghargaan Wahana Tata Nugraha yaitu Piala WTN, Piala WTN Kencana, Piala WTN Wira Karya, Piala WTN Wiratama, Piala WTN Kategori Lalu Lintas dan Kategori Angkutan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada tahun 2009, Kabupaten Tulungagung mengikuti lomba WTN yang kesembilan kalinya dan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP. 266 Tahun 2010 tentang Pemberian Penghargaan Penyerahan Piala Wahana Tata Nugraha Tahun 2009 Kabupaten Tulungagung kembali mendapatkan piala WTN untuk kategori kota kecil. Pada tahun 2010 Kabupaten Tulungagung kembali mengikuti lomba WTN untuk kategori kota sedang dan diharapkan untuk dapat mempertahankan Piala Wahana Tata Nugraha.&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/lomba_wtn_masuki_tahap_iii/2010-11-06-35</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/lomba_wtn_masuki_tahap_iii/2010-11-06-35</guid>
			<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:26:54 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Foto Sheila Marcia</title>
			<description>&lt;span style=&quot;color:red&quot;&gt;Foto Sheila Marcia&lt;/span&gt; dengan pose hot dan syur serta nakal beredar di internet di mana dalam yang beredar tersebut terdapat tiga buah buah foto nakal tersebut di lakukan bersama teman-temannya. Foto yang dikatakan nakal tersebut katanya mirip sheila marcia, namun tampak dalam foto tersebut sangat jelas foto sheila marcia.&lt;br&gt;Menjelang hari pernikahannya, artis Sheila Marcia kembali diterpa gosip yang tidak sedap karena beredar di internet foto perempuan mirip dirinya dengan pose yang nakal. Foto nakal sheila marcia tersebut tampak berpose bersama seorang pria yang tengah memegang pinggulnya dari belakang. Sementara di foto lainnya, ibu satu anak itu tampak berpose dengan dua teman perempuannya. Menurut Kuasa hukum Sheila, Juan memberikan konfirmasi bahwa foto tersebut memang foto Sheila bersama teman-temannya.&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Foto_Sheila_Marcia01.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/FotoSheilaMarcia02.jpeg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/FotoSheila_Marcia03.jpg&quot; width=&quot;59...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;color:red&quot;&gt;Foto Sheila Marcia&lt;/span&gt; dengan pose hot dan syur serta nakal beredar di internet di mana dalam yang beredar tersebut terdapat tiga buah buah foto nakal tersebut di lakukan bersama teman-temannya. Foto yang dikatakan nakal tersebut katanya mirip sheila marcia, namun tampak dalam foto tersebut sangat jelas foto sheila marcia.&lt;br&gt;Menjelang hari pernikahannya, artis Sheila Marcia kembali diterpa gosip yang tidak sedap karena beredar di internet foto perempuan mirip dirinya dengan pose yang nakal. Foto nakal sheila marcia tersebut tampak berpose bersama seorang pria yang tengah memegang pinggulnya dari belakang. Sementara di foto lainnya, ibu satu anak itu tampak berpose dengan dua teman perempuannya. Menurut Kuasa hukum Sheila, Juan memberikan konfirmasi bahwa foto tersebut memang foto Sheila bersama teman-temannya.&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/Foto_Sheila_Marcia01.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/FotoSheilaMarcia02.jpeg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://tulungagung.ucoz.ae/FotoSheila_Marcia03.jpg&quot; width=&quot;598&quot; height=&quot;369&quot;&gt;&lt;br&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/foto_sheila_marcia/2010-11-06-34</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/foto_sheila_marcia/2010-11-06-34</guid>
			<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:26:07 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>SISILAH BUPATI TULUNGAGUNG</title>
			<description>&lt;hr width=&quot;100%&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;table style=&quot;border-collapse:collapse;width:100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R.M.A. Soemo Diningrat (1856 - 1864)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-002.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R.M.P. Pringgo Koesoemo (1882 - 1895)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-003.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R.P.A. Sosrodiningrat (1907 - 1943)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-001.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;spanyam_lo class=&quot;attribute-name&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R. Moedajat (1945 - 1947&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-004.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/spanyam_lo&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value...</description>
			<content:encoded>&lt;hr width=&quot;100%&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;table style=&quot;border-collapse:collapse;width:100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R.M.A. Soemo Diningrat (1856 - 1864)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-002.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R.M.P. Pringgo Koesoemo (1882 - 1895)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-003.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R.P.A. Sosrodiningrat (1907 - 1943)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-001.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;spanyam_lo class=&quot;attribute-name&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R. Moedajat (1945 - 1947&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-004.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/spanyam_lo&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R. Moestopo (1951 - 1958)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-005.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line1&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;S. Dwidjo Soeparto (1958 - 1959)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-011.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line11&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R. Soerjo Koesoemo (1959 - 1960&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-009.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line11&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;&lt;br&gt;M. Poegoeh Tjokro Soemarto (1960 - 1966)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-007.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line11&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;Letkol (U) R. Soenardi (1968 - 1973)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-006.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line11&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;R. Soendarto (1966 - 1968)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-010.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line11&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;Letkol Inf. Martawi Soeroso (1973 - 1978)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-012.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line11&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;Singgih (1978 - 1983)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-014.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line22&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;Dr. M. Ch. Poernanto (1983 - 1988)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-015.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line22&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;Drs. H. Jaefoedin Said, M.Si (1988 - 1998)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-013.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line22&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;Drs. H. A. Boedi Soesetyo, MM (1998 - 2003)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-016.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;pre id=&quot;line22&quot;&gt;&lt;span class=&quot;attribute-value&quot;&gt;Ir. Heru Tjahjono, MM (2003 - sekarang)&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://tulungagung.go.id/images/stories/Bupati/Lukisan-017.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/sisilah_bupati_tulungagung/2010-11-06-33</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/sisilah_bupati_tulungagung/2010-11-06-33</guid>
			<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:14:34 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>indonesia movie</title>
			<description>&lt;hr width=&quot;100%&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;object width=&quot;600&quot; height=&quot;485&quot;&gt; &lt;br&gt; &lt;param name=&quot;movie&quot; value=&quot;http://www.youtube.com/p/F1AE3205E6565941?hl=en_US&amp;amp;fs=1&quot;&gt; &lt;br&gt; &lt;param name=&quot;allowFullScreen&quot; value=&quot;true&quot;&gt; &lt;br&gt; &lt;param name=&quot;allowscriptaccess&quot; value=&quot;always&quot;&gt;&lt;embed src=&quot;http://www.youtube.com/p/F1AE3205E6565941?hl=en_US&amp;amp;fs=1&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; allowscriptaccess=&quot;always&quot; allowfullscreen=&quot;true&quot; width=&quot;600&quot; height=&quot;485&quot;&gt;&lt;/object&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://tulungagung.ucoz.ae/blog/foto_sheila_marcia/2010-11-06-34&quot; target=&quot;_self input value=&quot; selengkapnya...&quot;=&quot;&quot; name=&quot;Selengkapnya...&quot; type=&quot;button&quot; &lt;/a&gt;</description>
			<content:encoded>&lt;hr width=&quot;100%&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;object width=&quot;600&quot; height=&quot;485&quot;&gt; &lt;br&gt; &lt;param name=&quot;movie&quot; value=&quot;http://www.youtube.com/p/F1AE3205E6565941?hl=en_US&amp;amp;fs=1&quot;&gt; &lt;br&gt; &lt;param name=&quot;allowFullScreen&quot; value=&quot;true&quot;&gt; &lt;br&gt; &lt;param name=&quot;allowscriptaccess&quot; value=&quot;always&quot;&gt;&lt;embed src=&quot;http://www.youtube.com/p/F1AE3205E6565941?hl=en_US&amp;amp;fs=1&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; allowscriptaccess=&quot;always&quot; allowfullscreen=&quot;true&quot; width=&quot;600&quot; height=&quot;485&quot;&gt;&lt;/object&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://tulungagung.ucoz.ae/blog/foto_sheila_marcia/2010-11-06-34&quot; target=&quot;_self input value=&quot; selengkapnya...&quot;=&quot;&quot; name=&quot;Selengkapnya...&quot; type=&quot;button&quot; &lt;/a&gt;</content:encoded>
			<link>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/indonesia_movie/2010-11-06-32</link>
			<dc:creator>hwasso</dc:creator>
			<guid>https://tulungagung.ucoz.ae/blog/indonesia_movie/2010-11-06-32</guid>
			<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:13:57 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>