Wednesday, 2026-06-10, 12:23 PM
Logged in as Guest | Group "Guests"Welcome Guest | RSS
TOP| Main | Dihantam Ombak, Kapal Batu Bara Terdampar di Tulungagung | My profile | Registration | Log out | Login|RSS
Site menu

News

My Link
seputar tulungagung



Tag Board

Our poll
Rate my site
Total of answers: 49

Map Globe

TULUNGAGUNG - Akibat diterjang gelombang besar serta hempasan angin kencang sejak Selasa (12/2) kemarin, sebuah kapal tongkang bermuatan batu bara seberat 13 ribu ton dari Banjarmasin Kalimantan Selatan dengan tujuan PLTU Cilacap Jawa Barat, terdampar di selatan Teluk Popoh Desa Besole, Kec Besuki Kabupaten Tulungagung.

Kapal dengan nomor lambung TJA 285 dan berawak kapal 10 orang termasuk nahkoda ini, merapat di antara perahu nelayan yang bersandar sekitar lima kilometer dari garis pantai. Sebab dengan berada disana, kapal akan terhindar dari amukan gelombang besar  yang langsung pecah ketika masuk Teluk Popoh.

Menurut keterangan Slamet, salah seorang warga Popoh, peristiwa terdamparnya kapal pengangkut batu bara itu sempat mengejutkan para nelayan di sana. Sebab di tengah cuaca buruk, angin kencang, dan ombak besar dari kejauhan nelayan melihat kapal tongkang menyeret kapal lain berukuran lebih besar yang di dalamnya mengangkut gundukan warna hitam. Kapal ini bergerak "terseok-seok" mendekati arah pantai.

"Setelah kami lihat lebih dekat ternyata kapal pengangkut batu bara yang bersandar setelah dihantam ombak besar," ujar Slamet, Jumat (15/2/2008).

Diakui Slamet, peristiwa ini bukanlah yang pertama kalinya. Sekitar pertengahan tahun 2007 lalu, sebuah kapal pengangkut batu bara juga memutuskan berlindung di Teluk Popoh setelah dihantam gelombang besar.

Dari pantauan di lapangan cuaca di perairan selatan masih terlihat buruk. Gelombang laut bergulung dengan ketinggian sekitar 2-3 meter. Volume air yang lebih banyak membuat garis pantai tidak terlihat sama sekali. Tidak hanya itu. Hujan disertai angina kencang juga terus mengguyur. Beruntung saat merapat, kapal batubara ini tidak menbrak ratusan perahu nelayan yang sedang bersandar.

"Akibat cuaca buruk ini para nelayan sudah sekitar sepekan lebih tidak berani melaut, "paparnya.

Ditemui terpisah nakoda kapal tongkang, Werlif Manupe mengatakan, kendaraanya berangkat dari Banjarmasin Kalimantan Selatan sejak tanggal  1 Pebruari 2008 lalu. Sesuai jadwal, tandas warga Sulawesi ini, kapal seharusnya sampai  ke PLTU Cilacap pada 11 Pebruari 2008. "Karena cuaca sangat buruk ini perjalanan kami terhambat," tuturnya ditemui di daratan.

Werlif mengatakan, sebelum terdampar di teluk popoh, kapal sudah memasuki wilayah perairan Kabupaten Pacitan. Namun ketika hendak melanjutkan perjalanan, cuaca laut semakin buruk ditambah gelombang tinggi.

"Kita tidak berani berspekulasi mengambil resiko dengan meneruskan perjalanan. Karena bisa-bisa  muatan kami tumpah," terangnya.
(Solichan Arif/Sindo/kem)
Clock Calendar

Cerita +18

Translate

Blog upp!!

Nilai Tukar
Dari :

Ke :

Jumlah :


link keren


berbagi link yuk biar tambah akrab
owner tulungagung™owner



  
  • Trenggalek

  •   
  • hwasso

  •   
  • jawata

  •   

    GeoUser


    travicke

    your Ip

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0

    >
    Copyright MyCorp © 2026Free website builderuCoz